Bab 5 Part 1 LISTRIK DINAMIS KELAS 9 SEMESTER GANJIL

Bab 5 Part 1 Listrik Dinamis Kelas 9
Tgl 5 November 2020
A. Listrik Dinamis
Arus listrik adalah laju aliran muatan listrik melewati suatu titik. Arus listrik bersumber dari pembangkit listrik seperti generator, arus listrik juga dapat dihasilkan oleh baterai, ACCU (aki) dan buah – buahan yang mengandung asam seperti jeruk.
Pada rangkaian baterai buah, buah berperan sebagai baterai karena adanya penggunaan lempeng seng dan lempeng besi yang berfungsi menimbulkan beda potensial dalam buah. Lempeng seng berfungsi sebagai kutub negatif, lempeng besi berfungsi sebagai kutub positif.
Adanya beda potensial dalam buah tersebut yang mendorong elektron – elektron untuk bergerak sehingga memicu aliran listrik pada rangkaian dan lampu menyala.
Sambungan dari baterai, kabel dan lampu atau sambungan dari semangka atau jeruk, kabel dan lampu terhubung satu sama lain disebut dengan rangkaian tertutup. Pada rangkaian listrik tertutup (saklar tertutup atau posisi on), arus listrik akan mengalir dan lampu menyala.
Arus listrik mengalir karena pada ujung – ujung rangkaian ada beda potensial listrik yang diberikan oleh baterai sebagai sumber tegangan. Ujung kawat penghantar pemilik banyak elektron (terhubung dengan kutub negatif baterai) memiliki potensial listrik rendah, sedangkan ujung kawat pemilik sedikit elektron (terhubung dengan kutub positif) memiliki potensial listrik tinggi.
Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Arah aliran elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi atau dari kutub negatif ke kutub positif. Pada rangkaian listrik tertutup, arus listrik dapat ditentukan dengan menghitung besar muatan listrik yang mengalir setiap detiknya.
Hal tersebut karena besar arus listrik yang mengalir dalam rangkaian sama dengan besar muatan listrik yang mengalir pada tiap detik. Secara sistematis, besar arus listrik ditulis sebagai :
Keterangan : I = arus listrik (Aampere atau A)
q = muatan listrik (Coulomb atau C)
t = waktu (detik atau s)
Pada rangkaian listrik tertutup, pembawa muatan listrik adalah elektron sehingga besarnya muatan ditentukan oleh jumlah elektron yaitu :
q = N x e sehingga,
Keterangan :
I = arus listrik (A)
q = muatan listrik (C)
t = waktu (s)
N = jumlah muatan listrik
Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel. Tidak adanya cabang tersebut menyebabkan aliran listrik akan terputus jika salah satu ujung kabel putus, sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir dan semua lampu mati.
Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang memiliki percabangan kabel. Jika salah satu ujung kabel putus, arus listrik tetap mengalir pada kabel lain yang terhubung dan beberapa lampu tetap menyala.
Hambatan listrik juga dipasang secara seri dan paralel. Pola pemasangan hambatan listrik mempengaruhi besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian.
Pada rangkaian hambatan seri listrik, kuat arusnya bernilai sama tetapi tegangannya berbeda – beda, sehingga :
I1 = I2 = … = In
V1 = V2 = … = Vn
Vtotal = V1 + V2 + … + Vn
Vs = Is × Rs
Karena Is = I1 = I2
Maka Rs = R1 = R2 = … = Rn
Pada rangkaian hambatan paralel listrik, tegangan listrik bernilai sama tetapi besar kuat arusnya berbeda, sehingga :
Berikut rangkaian hambatan paralel
Hukum
Kirchoff : besar arus listrik yang masuk kedalam titik cabang kawat penghantar
sama dengan besar arus listrik yang keluar dari titik cabang kawat penghantar.
Secara matematis, Hukum Kirchoff dapat ditulis sebagai
Jika
diketahui besar arus listrik I1 = 2A, I2 = I3 = 4A dan I4 = 5A, maka besar arus
I5 adalah …
I1 + I4 + I5 = I2 + I3
I5 = (I2 + I3) – (I1 + I4)
= (4 + 4) – (2+5)
= 8 – 7
= 1 A
Baterai baru yang belum dipakai memiliki Gaya Gerak Listrik (GGL) = 1,5 V. Artinya, sebelum dirangkaikan untuk menghasilkan arus listrik, diantara kutub – kutub baterai ada tegangan 1,5 V. Jika baterai dihubungkan dengan suatu rangkaian dan ada arus listrik yang mengalir, maka tegangan diantara kutub – kutub baterai disebut tegangan jepit.
Beda besar GGL dengan tegangan jepit baterai dikarenakan adanya hambatan dalam baterai. Menurut hukum ohm, besar kuat arus yang mengalir pada rangkaian tertutup adalah :
DIMANA : V = I X R
Sehingga, besarnya tegangan jepit menjadi :
I × R = E – (i × r)
V = E – (i × r)
Dengan : r = hambatan dalam baterai (Ω)
R = hambatan luar baterai (Ω)
E = GGL baterai (V)
V = tegangan jepit (V)
I = arus listrik (A)
Elemen listrik yang sama dipasang secara seri dapat
dihitung mengunakan rumus :
sehingga :
- Berikut rangkaian elemen yang sama secara seri :
Elemen listrik yang dipasang secara paralel dapat dihitung mengunakan rumus :
Karena
Maka
Sehingga
- Berikut rangkaian elemen secara paralel :
Listrik
adalah energi,
sehingga sesuai hukum kekekalan energi, untuk menghasilkan listrik diperlukan
alat yang dapat mengubah energi lain menjadi energi listrik. Berdasarkan arah
arus listrik, sumber arus listrik ada 2 yaitu sumber arus searah (DC) dan
sumber arus bolak – balik (AC). Berikut jenis sumber arus listrik :
Elemen volta, baterai dan akumulator adalah sumber arus DC yang dihasilkan dari reaksi kimia, sehingga disebut elektrokimia. Berdasar dapat dan tidaknya diisi ulang, sumber arus listrik ada 2 yaitu elemen primer dan sekunder.
Elemen primer adalah sumber arus listrik yang tidak dapat diisi ulang ketika energinya habis, contohnya baterai kering dan elemen volta. Elemen sekunder adalah sumber arus listrik yang dapat diisi ulang ketika energinya habis, contohnya akumulator pada motor dan baterai Li-ion pada Hand phone atau kamera.
Contoh soal
Soal No. 1
Dalam waktu dua menit arus listrik sebesar 2 A mengalir sepanjang kawat
penghantar. Tentukan:
a) muatan yang berpindah
b) jumlah elektron
Pembahasan
Hubungan kuat arus listrik, muatan listrik dan waktu adalah:
I = Q / t
Q = I x t
Dengan demikian :
a) Q = I x t
Q = 2 x 120
Q = 240 Coulomb
b) menentukan jumlah elektron dalam muatan
n = Q/Qe
dimana:
n = jumlah elektron
Qe =
muatan satu elektron (1,6 x 10−19 Coulomb)
Q = muatan yang akan dihitung jumlah elektronnya
sehingga:
n = Q/Qe
n = 240 / (1,6 x 10−19)
n = 150 x 1019
n = 1,5 x 1021 buah
elektron
Soal No. 2
Sebuah kawat penghantar memiliki panjang
L dan luas penampang A dan memiliki hambatan sebesar 120 Ω. Jika kawat dengan
bahan yang sama memiliki panjang 2 L dan luas penampang 3 A, tentukan hambatan
kawat kedua ini!
Pembahasan
Rumus untuk menghitung hambatan suatu kawat penghantar adalah:
R = ρL/
A
dimana
R = hambatan kawat (Ω)
L = panjang kawat (m)
A = luas penampang kawat (m2)
ρ = hambat jenis kawat
Kawat yang berbahan sama memiliki hambat jenis yang sama, sehingga
R2 / R1 = (L2/A2) / (L1/A1)
R2 = (L2/L1) x (A1/A2) x R1
R2 = (2L/L) x
(A/3A) x 120
R2 = (2/1)
x(1/3)
R2 = (2/3) x
120 = 80 Ω
Soal No. 3
Muatan sebesar 360 C mengalir dalam dua menit dalam suatu rangkaian. Tentukan
Kuat arus rangkaian listrik tersebut!
Pembahasan
I = Q/t
I = 360 coulomb / 120 sekon
I = 3 Ampere
Soal No. 4
Konversikan satuan berikut:
a) 5 μ C = ........C
b) 100 mC = .........C
c) 5000 nC = .........C
Pembahasan
a) 5 μC = 5 x 10−6 = 0,000005 C
b) 100 mC = 100 x 10−3 =
0,1 C
c) 5000 nC = 5000 x 10−9 = 5 x 10−6 = 0,000005 C
Soal No. 5
Konversikan satuan berikut :
a) 5 kΩ = ....... Ω
b) 0,3 kΩ = .....Ω
c) 5 MΩ = .........Ω
Pembahasan
a) 5 kΩ = 5 x 1000 = 5000 Ω
b) 0,3 kΩ = 0,3 x 1000 = 300 Ω
c) 5 MΩ = 5 x 1000000 = 5000000 Ω
Soal No. 6
Sebuah kawat penghantar dengan panjang
10 meter memiliki hambatan sebesar 100 Ω Jika kawat dipotong menjadi 2 bagian
yang sama panjang, tentukan hambatan yang dimiliki oleh masing-masing potongan
kawat!
Pembahasan
Data dari soal:
L1 =
L
L2 =
1/2 L
A1 =
A2
R1 =
100 Ω
R2 /
R1 =
(L2/L1)
x R1
(luas penampang dan hambat jenis kedua kawat adalah sama!!)
R2 = ( ½L / L) x 100 Ω:
R2 =
50 Ω
Soal No. 7
Ubah satuan berikut:
a) 300 mA = .........A
b) 12 mA = ..........A
Pembahasan
a) 300 mA = 300 : 1000 = 0,3 A
b) 12 mA = 12 : 1000 = 0,012 A
Soal No. 8
Diberikan sebuah rangkaian listrik arus searah terdiri dari tiga buah lampu, dua buah saklar dan sebuah sumber arus listrik. Manakah lampu-lampu yang menyala jika:
a) saklar 1 tertutup, saklar 2 terbuka
b) saklar 2 tertutup, saklar 1 terbuka
c) saklar 1 tertutup, saklar 2 tertutup
d) saklar 1 terbuka, saklar 2 terbuka
Pembahasan
Arus listrik akan mengalir jika terdapat beban dan rangkaian yang tertutup,
sehingga:
a) saklar 1 tertutup, saklar 2 terbuka
lampu 2 dan 3 menyala, lampu 1 mati
b) saklar 2 tertutup, saklar 1 terbuka
semua lampu akan mati
c) saklar 1 tertutup, saklar 2 tertutup
semua lampu menyala
d) saklar 1 terbuka, saklar 2 terbuka
semua lampu mati
Soal No. 9
Perhatikan gambar berikut
Tentukan hambatan pengganti antara titik A dan B jika R1, R2 dan R3 berturut-turut besarnya adalah 5 Ω, 10 Ω dan 15 Ω!
Pembahasan
Rangkaian diatas adalah tersusun seri, sehingga hambatan penggantinya adalah:
Rt = R1 + R2 + R3
= 5 + 10 + 15
= 30 Ω
Soal No. 10
Pada rangkaian berikut jika R1 = 9 Ω dan hambatan pengganti antara titik AB
adalah 6 Ω tentukan besar hambatan R2 !
Pembahasan
Rangkaian diatas adalah hambatan yang disusun secara paralal. Hambatan total
untuk paralel adalah
1/ Rt =
1/R1 +
1/R2
1/ 6 = 1/9 + 1/R2
1/R2 =
1/6 − 1/9
1/R2 =
3/18 − 2/18
1/R2 =
1/18
R2 =
18 Ohm
Soal
No. 11
Dari rangkaian hambatan berikut R1 =
10 Ω
R2 =
9 Ω
R3 =
18 Ω
Tentukan hambatan pengganti antara titik A dan B!
Pembahasan
Rangkaian campuran, selesaikan paralel antara R2 dan
R3 terlebih
dahulu
1/ Rp =
1/R2 +
1/R3
1/ Rp =
1/9 + 1/18
1/ Rp =
2/18 + 1/18
1/ Rp =
3/18
Rp =
18/3 = 6 Ω
Hasil ini kemudian diserikan dengan R1
Rt =
10 + 6 = 16 Ω
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Nama :
Kelas :
Dengan panduan contoh soal di atas silahkan kerjakan di buku latihan mu!
FOTO HASIL KERJA MU LALU KIRIM KE WA ATAU EMAIL IBU
Email : siahaansari6@gmail.com








Komentar
Posting Komentar